Cari Berita

Pengumuman

Kegiatan

Testimoni

  • Gregorius Tsiompah

    Gregorius Tsiompah



    Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan, itulah yang menjadi motivasi pada saat saya

  • Syahrudin

    Syahrudin



    UNRIYO khususnya Prodi Teknik Informatika telah mengubah hidup saya....Pada awalnya saya adalah

  • Alfons Hilarius Magang

    Alfons Hilarius Magang



    Ilmu yang saya dapat di S1 Kesehatan Masyarakat UNRIYO serta pengalaman dalam beorganisasi, dan

Cerita Dosen Ilmu Komunikasi UNRIYO Didapuk Jadi Narasumber Nasional Gerakan Literasi Digital

Cerita Dosen Ilmu Komunikasi UNRIYO Didapuk Jadi Narasumber Nasional Gerakan Literasi Digital

YOGYAKARTA – Dosen program studi S-1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE), Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), Mohammad Solihin, didapuk menjadi narasumber nasional pada Gerakan Nasional Literasi Digital Indonesia #makincakapdigital di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (09/10/2021) lalu secara daring via Zoom Meeting. Kegiatan yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi ini bertemakan “Menyambut Era Digital Bersama Literasi Digital” dengan Key Note Speech, Sakariyas, Bupati Katingan.
Cak Sol sapaan akrabnya Mohammad Solihin ini menceritakan dalam kegiatan Gerakan Nasional Literasi Digital dirinya mengambil bahasan topik mengenai etika digital sebagai esensi diri di ruang digital. “Etika digital ini menjadi hal yang penting untuk dipelajari sebelum melakukan aktivitas di ruang digital, karena ini menjadi hal yang pokok agar terhindar dari dampak buruk berinternet,” terangnya.
Lebih lanjut anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELIDI) ini menjabarkan bahwa peningkatan hoaks dan penipuan, ujaran kebencian, pornografi, dan tindakan negatif lainnya di ruang digital tidak lepas dari kurangnya kesadaran akan netiket atau etiket berinternet yang berlaku bagi individu saat berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain.
“Kurangnya kesadaran ini akibat tidak mau tahu mengenai tata krama atau etika digital yang mengatur apa yang baik dan apa yang buruk saat melakukan aktivitas internet. Jadinya bebas bicara semaunya sendiri, tanpa ada tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari aktivitasnya,” jelas dosen pengampu mata kuliah bidang Jurnalistik dan bidang Fotografi ini. “Pada akhirnya tidak punya integritas atau kejujuran dan nilai kebajikan atau kebermanfaatan dalam setiap aktivitas berinternetnya,” tambahnya.
Kegiatan yang dihadiri sebanyak 400-an peserta ini khususnya dari Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah tidak hanya dari peserta dewasa, namun juga banyak yang hadir dari pelajar SMP dan SMA. Selain bahasan tentang Etika Digital ada juga bahasan mengenai Keamanan Digital oleh Salapuddin, Budaya Digital oleh Endang Fatmawati, Kecakapan Digital oleh Badai Winata, yang dimoderatori Ronald Andretti. (cs)


Berita Terkait

Pelantikan Pengurus PPNI Komisariat Respati Yogyakarta

Program Alih Jenjang Bidang Kesehatan Tahun Ajaran 2018/2019

bakti sosial

Kunjungan Pengawasan Mutu Makanan (PMM) Prodi S1 Ilmu Gizi 2018

mahasiswa mencari informasi

Kirim Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
O7eGly


Halaman Lain