Cari Berita

Pengumuman

Kegiatan

Testimoni

  • Gregorius Tsiompah

    Gregorius Tsiompah



    Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan, itulah yang menjadi motivasi pada saat saya

  • Syahrudin

    Syahrudin



    UNRIYO khususnya Prodi Teknik Informatika telah mengubah hidup saya....Pada awalnya saya adalah

  • Alfons Hilarius Magang

    Alfons Hilarius Magang



    Ilmu yang saya dapat di S1 Kesehatan Masyarakat UNRIYO serta pengalaman dalam beorganisasi, dan

Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta telah menyelenggarakan acara Seminar Nasional dan Call for Paper dengan tema “Membangun Kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi tenaga Kesehatan untuk Meningkatkan Kualitas Kerja dan Daya Saing Global” pada hari Minggu, 22 Januari 2017 di Jogja Expo Center Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan atas kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Minat Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja (KLKK) ini dihadiri oleh 270 peserta dan 11 pemakalah dari seluruh Indonesia.

Acara yang dibuka pada pukul 08.30 itu mengahadirkan 4 pembicara sebagai pakar K3, adalah Ir. Amri AK., MM selaku Direktur Pengawasan Norma K3 (PNK3) Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjan dan K3. Pembicara kedua adalah Drs. H. A. Hafidh Asrom  yang merupakan Anggota DPD RI. Pembicara ketiga adalah Prof. Dr. dr. Santoso, MS., Sp. Ok yang merupakan guru besar K3 sekaligus Rektor Universitas Respati Yogyakarta. Pembicara terakhir adalah Dr. Ariyanto Nugroho, S.KM., M.Sc yang merupakan Dosen K3 dan coordinator Minat Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja (KLKK).

Menurut Azir Alfanan sebagai ketua pelaksana, acara ini diadakan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan secara khusus dan masyarakat luas umumnya tentang pentingnya membangun kesadaran K3 untuk diterapkan dalam setiap aspek kerja, karena tanpa penerapan K3  produktivitas kerja akan sulit tercapai. K3 juga sudah menjadi kebutuhan pasar baik Nasional maupun Internasional.

 

Seminar Nasional ini diawali oleh pemaparan Direktur Pengawasan Norma K3 (PNK3) Ir. Amri AK., MM yang menyampaikan dengan nada tegas dan penuh semangat bahwa Indonesia saat ini darurat kecelakaan kerja, 9 pekerja meninggal setiap harinya karena kecelakaan kerja sehingga penerapan K3 di tempat kerja menjadi sangat penting untuk menurunkan angka kecelakaan tersebut.

 

Materi kedua disampaikan oleh Drs. H. A. Hafidh Asrom, MM mengemukakan bahwa menurut Forum Ekonomi Dunia menempatkan Indeks Daya Saing Indonesia 2016-2017 di peringkat ke-41 dari 138 negara. K3 merupakan salah satu komponen penting untuk meningkatkan daya saing pekerja di kancah internasional. Selanjutnya Prof. Dr. dr. Santoso MS., Sp.Ok mengungkapkan bahwa K3 di Indonesia berkembang pesat. Perkembangan yang pesat harus diikuti dengan pengembangan ilmu melalui pendidikan Tinggi.

 

Acara Seminar Nasional diakhiri oleh penyampaian pembicara keempat yaitu Dr. Ariyanto Nugroho, S.KM., M.Sc. Dosen yang akrab disapa Pak Antok ini memaparkan bahwa perusahaan yang sudah mempunyai budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat menciptakan tempat kerja yang aman, Nyaman, dan  sehat sehingga daya saing perusahaan dapat meningkat.

 

 

 

 


Berita Terkait

International Workshop “Risk Communications for Public Healt

Prodi Kesmas Unriyo Labmasy

UNRIYO menambah Doktor Baru

Cerdas Memilih Diet

Apakah Ijazah Karyawan Sudah Diverifikasi?

Kirim Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Tgv1zz


Halaman Lain