Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa

laun, kata tersebut mengalami perkembangan makna, yakni ‘buku yang dijadikan sumber
informasi’. Tesaurus berisi seperangkat kata yang saling bertalian maknanya. Pada dasarnya,
tesaurus merupakan sarana untuk mengalihkan gagasan ke dalam sebuah kata, atau sebaliknya.
Oleh karena itu, lazimnya tesaurus disusun berdasarkan gagasan atau tema. Namun, untuk
memudahkan pengguna dalam pencarian kata, penyusunan tesaurus pun berkembang, kini
banyak tesaurus yang dikemas berdasarkan abjad.
Tesaurus dibedakan dari kamus. Di dalam kamus dapat dicari informasi tentang
makna kata, sedangkan di dalam tesaurus dapat dicari kata yang akan digunakan untuk
mengungkapkan gagasan pengguna. Dengan demikian, tesaurus dapat membantu
penggunanya dalam mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan sesuai dengan apa
yang dimaksud. Misalnya, pencarian kata lain untuk kata hewan, pengguna tesaurus dapat
mencarinya pada lema hewan.
hewan n binatang, dabat, fauna, sato, satwa
Sederet kata yang terdapat pada lema hewan tersebut menunjukkan bahwa kata tersebut
bersinonim sehingga dapat saling menggantikan sesuai dengan konteksnya. Tesaurus ini
berguna dalam pengajaran bahasa sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengajar dan pelajar.
Di dalam tesaurus ini, pada sebagian lema dicantumkan pula antonimnya, dengan label
ant.
haram a 1 gelap (ki), ilegal, liar, pantang, sumbang, tabu, terlarang; 2 mulia, suci;
ant 1 halal
mengharamkan v melarang, memantang, mencegah, menegah, menolak;
ant menghalalkan
pengharaman n pencegahan, pelarangan, penegahan;
ant penghalalan
jaka n bujang, cowok (cak), jejaka, lajang, laki-laki, pemuda, perjaka, terunaant dara
Kesinoniman dalam lema-lema disusun berdasarkan abjad. Lema-lema itu merupakan
lema yang memiliki kesamaan makna yang berjalinan di antara kata dasar, kata turunan,
dan kelompok kata atau frasa. Lema yang bersinonim digunakan tanda koma (,). Lema
yang bersinonim mencakup kata-kata dari ragam baku, ragam percakapan sehari-hari,
kontemporer, ataupun arkais. Di dalam tesaurus ini hanya label ragam percakapan dan kiasan
yang dicantumkan, sedangkan label ragam yang lain tidak. Hal itu dilakukan agar kata-kata
dapat dimanfaatkan kembali dalam percakapan sehari-hari.

">


BAGIKAN
E-Book Lainnya