Hingga saat ini insektisida masih digunakan dalam upaya pengendalian penyakit tular vektor seperti malaria dan demam berdarah dengue di Indonesia maupun di berbagai negara lain di dunia. Fenomena resistensi vektor terhadap insektisida merupakan masalah serius dalam upaya pengendalian vektor. Penggunaan insektisida
yang terlalu sering dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya resistensi vektor. Jika sebagian besar populasi nyamuk vektor sudah resisten terhadap insektisida maka akan menyebabkan penggunaan insektisida menjadi tidak efektif untuk mengendalikan vektor. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mendeteksi terjadinya resistensi sedini mungkin, melalui kegiatan pengujian status kerentanan insektisida secara berkala.